Agama Hindu

Why no reference to Hinduism in Iban religion but Hinduism was practiced in Majapahit which is mentioned in Iban migration stories? However, the term of tiang chandi which seems to belong to Hindusim is used in Gawai Burong and Kenyalang.

Agama Hindu
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Hindu)
Ini adalah versi yang telah diperiksa dari halaman initampilkan/sembunyikan detail
Langsung ke: navigasi, cari
Artikel ini adalah bagian dari seri
Agama Hindu
Om
Topik
Mitologi · Kosmologi · Dewa-Dewi
Sejarah
Sejarah agama Hindu ·
Sejarah agama Hindu di Nusantara
Lima keyakinan dasar
Brahman · Atman · Karmaphala ·
Samsara · Moksa
Filsafat
Samkhya · Yoga · Mimamsa ·
Nyaya · Waisiseka · Wedanta
Susastra
Weda · Samhita · Brāhmana ·
Aranyaka · Upanisad
Hari Raya
Galungan · Kuningan · Saraswati ·
Pagerwesi · Nyepi · Siwaratri
Bali Omkara Red.png
Kumpulan artikel tentang Hindu

lihat
bicara
sunting

“Hindu” beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain dari Hindu, lihat Hindu (disambiguasi).
Artikel ini bukan mengenai Hindi.

Agama Hindu (Sanskerta: Sanātana Dharma सनातन धर्म “Kebenaran Abadi” [1]), dan Vaidika-Dharma (“Pengetahuan Kebenaran”) adalah sebuah agama yang berasal dari anak benua India. Agama ini merupakan lanjutan dari agama Weda (Brahmanisme) yang merupakan kepercayaan bangsa Indo-Iran (Arya). Agama ini diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM dan merupakan agama tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini.[2][3] Agama ini merupakan agama ketiga terbesar di dunia setelah agama Kristen dan Islam dengan jumlah umat sebanyak hampir 1 miliar jiwa.[4]

Penganut agama Hindu sebagian besar terdapat di anak benua India. Di sini terdapat sekitar 90% penganut agama ini. Agama ini pernah tersebar di Asia Tenggara sampai kira-kira abad ke-15, lebih tepatnya pada masa keruntuhan Majapahit. Mulai saat itu agama ini digantikan oleh agama Islam dan juga Kristen. Pada masa sekarang, mayoritas pemeluk agama Hindu di Indonesia adalah masyarakat Bali, selain itu juga yang tersebar di pulau Jawa,Lombok, Kalimantan (Suku Dayak Kaharingan), Sulawesi (Toraja dan Bugis – Sidrap).
Daftar isi

1 Etimologi
2 Keyakinan dalam Hindu
2.1 Widhi Tattwa
2.2 Atma Tattwa
2.3 Karmaphala
2.4 Punarbhawa
2.5 Mokhsa
3 Konsep ketuhanan
3.1 Monoteisme
3.2 Panteisme
3.3 Ateisme
3.4 Konsep lainnya
4 Pustaka suci
4.1 Weda
4.2 Bhagawadgita
4.3 Purana
4.4 Itihasa
4.5 Kitab lainnya
5 Karakteristik
6 Enam filsafat Hindu
7 Konsep Hindu
7.1 Dewa-Dewi Hindu
7.2 Sistem Catur Warna (Golongan Masyarakat)
7.3 Pelaksanaan ritual (Yajña)
8 Sekte (aliran) dalam Hindu
9 Toleransi umat Hindu
10 Catatan kaki
11 Bacaan lebih lanjut
12 Lihat pula
13 Pranala luar

Etimologi

Dalam bahasa Persia, kata Hindu berakar dari kata Sindhu (Bahasa Sanskerta). [5] Dalam Reg Weda, bangsa Arya menyebut wilayah mereka sebagai Sapta Sindhu (wilayah dengan tujuh sungai di barat daya anak benua India, yang salah satu sungai tersebut bernama sungai Indus). Hal ini mendekati dengan kata Hapta-Hendu yang termuat dalam Zend Avesta (Vendidad: Fargard 1.18) — sastra suci dari kaum Zoroaster di Iran. Pada awalnya kata Hindu merujuk pada masyarakat yang hidup di wilayah sungai Sindhu. Hindu sendiri sebenarnya baru terbentuk setelah Masehi ketika beberapa kitab dari Weda digenapi oleh para brahmana. Pada zaman munculnya agama Buddha, agama Hindu sama sekali belum muncul semuanya masih mengenal sebagai ajaran Weda.[rujukan?]
Keyakinan dalam Hindu

Hindu seringkali dianggap sebagai agama yang beraliran politeisme karena memuja banyak Dewa, namun tidaklah sepenuhnya demikian. Dalam agama Hindu, Dewa bukanlah Tuhan tersendiri. Menurut umat Hindu, Tuhan itu Maha Esa tiada duanya. Dalam salah satu ajaran filsafat Hindu, Adwaita Wedanta menegaskan bahwa hanya ada satu kekuatan dan menjadi sumber dari segala yang ada (Brahman), yang memanifestasikan diri-Nya kepada manusia dalam beragam bentuk.

Dalam Agama Hindu ada lima keyakinan dan kepercayaan yang disebut dengan Pancasradha. Pancasradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu. Kelima keyakinan tersebut, yakni:

Widhi Tattwa – percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya
Atma Tattwa – percaya dengan adanya jiwa dalam setiap makhluk
Karmaphala Tattwa – percaya dengan adanya hukum sebab-akibat dalam setiap perbuatan
Punarbhava Tattwa – percaya dengan adanya proses kelahiran kembali (reinkarnasi)
Moksa Tattwa – percaya bahwa kebahagiaan tertinggi merupakan tujuan akhir manusia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s